Blogger Widgets TAMAMI JAYA: KLUB
SELAMAT DATANG Di Web tamamijaya.blogspot.com Jalan DR.Wahidin 76 Dema'an Jepara
Showing posts with label KLUB. Show all posts
Showing posts with label KLUB. Show all posts

Tuesday, 18 March 2014

PERSIJAP JEPARA



Pada 28 Agustus 1973, di Salatiga digelar partai puncak perebutan Piala Makutarama. Dua tim bertetangga dari daerah pesisir utara Pulau Jawa, Persijap Jepara dan Persipa Pati berjuang mati-matian untuk menjadi juara.

Langit cerah, dan tak ada pertanda hujan akan turun saat wasit Dardiri asal Salatiga meniup peluit isyarat kick off babak pertama dimulai. Di babak pertama, Kamal Djunaidi, seorang striker muda Persijap menunjukkan kelasnya sebagai ujung tombak tim. Gerakannya lincah, agresif, dan variatif. Suatu saat di babak pertama itu, tendangannya menggetarkan jala lawan, dan kedudukan tetap 1-0 hingga 45 menit pertama berakhir.

Ketika kaki Syarief KS, kapten tim Persijap, menggelindingkan bola kick off babak kedua, langit gelap oleh mendung yang menggelayut. Suara halilintar datang bertubi, memekakkan ribuan pasang telinga yang memadati stadion. Saat itulah, di lapangan terlihat api berkobar.

Hampir semua pemain tergeletak, termasuk wasit Dardiri. Syarif KS masih berdiri terpaku, tak mafhum apa yang baru saja terjadi. Tubuh Kamal Djunaidi yang semula lincah terlihat mengepulkan asap. Kaus kaki, sepatu, dan celananya terkoyak api. Tujuh anggota skuad Persijap lainnya luka bakar parah. Hanya Kamal Djunaidi, pemuda asal Kelurahan Panggang yang meninggal di tengah lapangan. Api halilintar itu mengakhiri kariernya di tim yang sangat dicintainya.

Tapi, hembusan nafas terakhirnya menorehkan prestasi gemilang. Kedudukan 1-0 itu membuat Persijap berhak memboyong Piala Makutarama. Nama Kamal Djunaidi kemudian diabadikan menjadi nama stadion untuk mengenang pengorbanan, spirit, sekaligus prestasi yang pernah diukir pahlawan bola bagi masyarakat Jepara tersebut.

Tak hanya itu, tulisan Diego de Ceuto asal Portugis tentang perjuangan Ratu Kalinyamat mengusir penjajah pada 1550 juga menjadi inspirasi bagi klub berkostum merah merah tersebut. Ratu Kalinyamat merupakan putri
Sultan Trenggono dari Demak. Dia terkenal sebagai ratu yang gagah berani dan rupawan serta memiliki jiwa patriotiksme antipenjajah. Hal itu dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Sekitar 2.000 dari 4.000 prajurit Ratu Kalinyamat gugur. Mereka berani mati untuk sebuah perjuangan.

Atas keberaniannya itu, maka bangsa Portugis lantas menyebut Sang Ratu Kalinyamat sebagai De Krange Dame atau wanita yang gagah berani. Bahkan seorang penulis bangsa Portugis dalam bukunya Da Asia menyebut diri
Ratu Kalinyamat sebagai Rainha de Jepara , senhora Poderosa e rice (Raja Jepara, seorang perempuan yang kaya dan mempunyai kekuasaan besar). Sekarang, nama Ratu Kalinyamat digunakan sebagai julukan tim dari kota ukir tersebut.

Memang,selain terkenal sebagai kota kerajinan ukir kayu, sudah sejak lama kota Jepara dikenal memiliki publik yang sangat antusias dan bersemangat dengan sepakbola. Tak mengherankan, jika sejak Persijap berdiri pada tahun 1954, tim ini selalu mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat Jepara.

Prestasi Persijap cukup mengkilat di tingkat yunior dengan keberhasilan tim yunior mereka beberapa kali menjadi juara Piala Suratin pada tahun 1982, 1998, dan 2002. Sayang di tingkat senior, prestasi Persijap belum mengesankan. Persijap merupakan tim yang sejak lama berkutat dengan kompetisi Divisi I Liga Indonesia.

Baru pada pentas Divisi I Liga Indonesia 1999/2000 Persijap berhasil merengkuh tiket promosi. Persijap berhasil menjuarai Grup Tengah I mengungguli Perseden, Mitra Surabaya, PSJS, dan Perserang, untuk lolos ke babak 8 besar. Bertanding di depan publik sendiri, Persijap berhasil menduduki peringkat 2 Grup B Babak 8 Besar untuk memastikan promosi ke Divisi Utama. Persijap akhirnya hanya menempati peringkat keempat setelah pada semifinal yang digelar di Stadion Benteng, Persijap dikalahkan Persita Tangerang, dan kalah dari Persikabo Bogor dalam perebutan tempat ketiga.

Sayangnya aksi Persijap di Divisi Utama Liga Indonesia 2001 hanya berlangsung setahun. Diwarnai dengan pergantian pelatih, Persijap harus kembali ke Divisi I setelah terpaut dua poin setelah hanya menempati peringkat ke-12 dari 14 peserta. Tak mau menyerah, Persijap berusaha keras untuk kembali naik ke Divisi Utama dengan persiapan tim yang matang dan perekrutan pemain yang berpengalaman. Selama tiga tahun berturut-turut Persijap selalu disegani di Divisi I, dan lolos dari penyisihan grup. Sayang prestasi Persijap selalu mentok di babak penentuan.

Perubahan jumlah peserta Divisi Utama pada Liga Indonesia memberikan berkah bagi Persijap. Tiket promosi gratis diberikan oleh PSSI, sehingga Persijap kembali berlaga di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Langkah Persijap tidak terlalu menggembirakan, dan terseok seok menghadapi persaingan di Liga Indonesia. Beruntung di saat saat akhir, Persijap berhasil lepas dari bayangan suram degradasi pada tahun 2001.


Profil Persijap

Data Klub
Berdiri: 11 April 1954
Alamat: Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini, Ujung Batu, Jepara, Jawa Tengah.
Telpon: +62 (0) 291 591018
Ketua Umum: Johar Lin Eng
Manajer Tim: Mohammad Said Basalamah
Pelatih: Raja Isa
Julukan: Laskar Kalinyamat
Slogan klub : “YOU CAN NOT STOP THE RED WARRIOR” (Kamu tidak bisa menghentikan Pasukan Merah)
Stadion: Gelora Bumi Kartini, kapasitas 20.000 penonton

Sejarah

Persatuan Sepak bola Indonesia Jepara (disingkat Persijap atau Persijap Jepara) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Jepara, sebuah kabupaten yang terletak paling utara pulau Jawa. Jepara sendiri merupakan kota kecil dengan mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor industri pengolahan kayu. Produk mebel kayu merupakan lokomotif perekonomian masyarakat kabupaten ini.
Persijap didirikan pada tahun 1954. Pada tahun 2001 tim ini berhasil masuk ke jajaran Divisi Utama, sebelum akhirnya kembali ke Divisi I. Mulai tahun 2005, Persijap yang dilatih oleh Rudy William Keltjes berhasil kembali ke Divisi Utama. Untuk musim 2006 Persijap bergabung di Wilayah Barat.
Belum ada prestasi hebat bagi tim Persijap Senior. Namun demikian Persijap sudah mampu mengalahkan tim-tim besar di Divisi Utama seperti Persipura, PSM dan PSIS Semarang. Bahkan untuk PSIS Semarang, Persijap pernah mengalahkannya dua kali di Copa Indonesia dengan skor 2-0 di Jepara dan 3-2 di Semarang.
Untuk Kelompok Junior, Persijap merupakan klub besar di tanah air. Tim ini sudah tiga kali menjuarai Piala Suratin (kompetisi junior tertinggi di Indonesia). Kebesaran tim junior Persijap bahkan menyamai tim-tim Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan klub besar lainnya.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Bupati Jepara, Hendro Martojo, yang merupakan Pembina Persijap. Kelompok pendukungnya bernama JETMAN (Jepara Tifosi Mania), BANASPATI (Barisan Suporter Persijap Sejati) dan CURVA NORD 1954 (ULTRAS1954).

Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara atau lebih dikenal dengan sebutan Persijap Jepara adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Jepara. Tim berjuluk "Laskar Kalinyamat" saat ini adalah salah satu kontestan Superliga 2009/10, kompetisi sepakbola kasta tertinggi di tanah air.

Meski telah berdiri sejak 11 April 1945, Persijap baru mulai menunjukkan eksistensinya setelah sepakbola nasional memasuki era profesional yang ditandai dengan digulirkannya Liga Indonesia. Tepatnya, pada musim kompetisi 1999/00, di mana kala itu tim ini berhasil menembus divisi utama.

Sayang prestasi itu tidak bisa dipertahankan karena hanya numpang lewat dan harus kembali ke divisi I pada musim berikutnya. Barulah pada musim kompetisi 2004, pelatih Rudi William Keltjes berhasil mengembalikan tim ini ke level atas kompetisi sepakbola nasional, hingga akhirnya mampu meraih tiket ke Superliga.

Sepanjang tampil di pentas divisi utama Liga Indonesia, tim "Plat Merah" milik Pemkot Jepara ini belum pernah meraih posisi terhormat. Kecuali dengan catatan prestasi manis, yakni menumbangkan sejumlah tim papan atas seperti Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan lainnya.

Hal ini pula yang dilakukan di awal kompetisi Superliga edisi perdana. Tim kebanggaan warga Kota Jepara ini bahkan mampu bertengger di papan atas. Hanya saja hal tersebut tidak bisa dipertahankan, hingga akhirnya mereka finish di urutan kesebelas klasemen akhir kompetisi.

Prestasi

Liga Indonesia

1994/95: Divisi I
1995/96: Divisi I
1996/97: Divisi I
1998/99: Peringkat ke-3 Grup II Divisi I
1999/00: Juara Grup I Divisi I (Promosi ke divisi utama)
2001: Peringkat ke-12 Wilayah Timur (Degradasi ke divisi I)
2002: Peringkat ke-2 Grup Barat Divisi I
2003: Peringkat ke-8 Grup Barat Divisi I
2004: Peringkat ke-3 Grup Barat Divisi I (Promosi ke divisi utama)
2005: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
2006: Peringkat ke-9 Wilayah Barat
2007: Peringkat ke-9 (Promosi ke Superliga)
2009/10: Peringkat ke-11 Superliga
2010/11: Peringkat ke-14 Superliga

Copa Indonesia
2005/06: 16 besar
2006/07: 64 besar (babak pertama)
2007/08: 32 besar
2008/09: Empat besar

Daftar Persijap JeparaISL Musim 2014


[GK] Dedi Heriyanto (89)
[GK] Danang Widiatmoko (82)
[GK] Dimas Galih Pratama (92)
[CB] Evaldo Silva de Assis (4) Captain
[CB] Danial (5)
[CB] M. Fatkhul Manan (19)
[CB;RWB,RB] Sugiyono (3)
[CB] Achmad Taufiq (6)
[CB] Andika Dian Asruri (8)
[DM;CB,RWB,RB] Anam Syahrul Fitrianto (24)
[DM;CM] Cucu Hidayat (28)
[DM;CM] Diva Tarkas (25)
[CM;AM,SM/WG] Claudio Luis Jandre Sobrinho * (60)
[CM] Khanif Muhajirin (14)
[CM] Lucky Oktavianto (23)
[RWB;RB,CB] Catur Rintang Setiawan (29)
[RWB;RB] Murwanto (27)
[LWB;LB] M. Fauzan Jamal (12)
[LWB;LB] Achmad Buchori (35)
[LWB;LB] Slamet Riyadi (22)
[AM;SM/WG,CF] Ahmad Noviandani (17)
[AM;SM/WG] Ahmad Rajendra Paturusi (44)
[CF;SS] Noor Hadi (9)
[CF;SS,SM/WG] Kornelis Kaimu (39)
[CF;SS] Boy Jati Asmara (99)

Head Coach :: Raja Isa (MAS)

PERSIJA JAKARTA



Sejarah Klub

Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930. Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.

Persija Jakarta
Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ).
Julukan klub : Macan Kemayoran
Suporter pendukung : The Jak

Prestasi

Nasional
Perserikatan
• Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
• Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
• Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
• Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
• Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
• Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
• Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
• Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
• Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
• Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
• Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
• Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
• Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
• Tahun 1998, Semifinalis
• Tahun 1999, Semifinalis
• Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
• Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
• Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
• Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
• Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
• Tahun 2006, 8 Besar Liga Indonesia
• Musim 2007 – 2008, 8 Besar Liga Indonesia
Liga Super Indonesia
• Musim 2010 – 2011, Peringkat 3 Liga Super Indonesia
• Musim 2008 – 2009, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
• Musim 2009 – 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia
• Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
• Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
• Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
• Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
• Tahun 2001, Piala Champions Asia (sekarang Liga Champions Asia)

Sejarah Stadion

Stadion Menteng
Stadion Menteng adalah stadion berkapasitas 10.000 penonton yang pernah ada di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, di lahan yang kini merupakan Taman Menteng. Awalnya adalah lapangan yang didirikan tahun 1921 dengan nama Voetbalbond Indische Omstreken Sport(Viosveld). Stadion ini dirancang oleh arsitek Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen. Dalam perkembangannya stadion ini kemudian digunakan oleh Persija.
Stadion sepak bola Persija di Menteng merupakan salah satu kebanggaan warga Jakarta dan paling bersejarah, baik dalam sejarah Kota Jakarta maupun persepak bolaan di Jakarta dan Indonesia. Banyak legenda pesepak bola Indonesia lahir di sini, seperti Djamiat Kaldar, Abdul Kadir, Iswadi Idris, Anjas Asmara, atau Ronny Pattinasarani.
Sejak tahun 1921, lahan seluas 3,4 hektar yang sekarang menjadi stadion Persija tersebut sudah digunakan sebagai tempat berolahraga orang-orang Belanda. Selanjutnya, stadion tersebut digunakan untuk masyarakat umum, dan pada tahun 1961 hingga saat ini digunakan sebagai tempat bertanding dan berlatih bagi Tim Persija. Pada 1975, Surat Keputusan Gubernur Jakarta Tahun 1975 menetapkan stadion ini sebagai salah satu kawasan cagar budaya yang harus dilindungi.
Sebelum menempati stadion Menteng, Persija telah melakukan berbagai program pembinaan seperti menggelar kompetisi klub anggota, kompetisi kelompok umur, latihan tim senior dan tim berbagai jenjang usia di stadion IKADA yang sekarang dikenal sebagai Monumen Nasional (Monas). Kemudian, seiring adanya program pembangunan Monas pada tahun 1958, stadion Persija dipindahkan ke stadion Menteng yang diserahkan secara langsung oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada tahun 1960.
Pada 26 Juli 2006, Stadion Menteng resmi dialih fungsikan menjadi Taman Menteng.

Stadion Lebak Bulus
Stadion Lebak Bulus adalah stadion di kelurahan Lebak Bulus kecamatan Cilandak,Kotamadya Jakarta Selatan, yang sebagai markas Persija Jakarta. Stadion ini berkapasitas 12.500 orang. Sejak ISL digelar (2008), sesuai manual PT.Liga Indonesia, Stadion Lebak Bulus tidak memenuhi standar karena memiliki kapasitas yang kurang memadai untuk menampung para pendukung Persija.

DAFTAR KLUB ANGGOTA PERSIJA 2011/2012
1. TRISAKTI FC
2. PS. TUNAS JAYA
3. PS. MENTENG YUNIOR
4. PS. SETIA
5. PS. POS INDONESIA
6. ATAMORA FC
7. RPM FC
8. PS. MC. UTAMA
9. UMS
10. PSAL
11. PSAD
12. PS. JAYAKARTA
13. PS. MAESA
14. PS. CHAMP 82
15. GUNJATI FC
16. PS. POP
17. PS. PUTRA NUSA
18. MONAS FC
19. PS. KARYA UTAMA
20. NUSANTARA FC
21. PS. AC SUAH API
22. PS. PUTRA INDONESIA
23. MENTENG FC
24. METROS FC
25. PS. PRATAMA
26. PS. HERCULES
27. MBFA
28. RED DEMON FC
29. PS. MAHASISWA
30. PS. BINTANG MUDA SENAYAN

Friday, 14 March 2014

Slogan Club Sepakbola



Setiap klub itu biasanya pasti mempunyai slogan, nama fans & julukannya. Sebelumnya, saya ingin jelaskan tentang slogan, slogan adalah semboyan/motto yg biasanya diambil dari sebuah lagu kebanggaan pada klub itu.


1.REAL MADRID
Club yg berasal dari liga Spanyol
Slogannya : Hala Madrid "Jayalah Madrid"
Julukan: Los Blancos
Nama Fans: Madridistas




2.FC BARCELONA
Club yg berasal dari liga Spanyol
Slogannya : Mes que Un Club "Bukan Hanya Sekedar Klub"
Julukan: Blaugrana atau Azulgrana
Nama Fans: Barcelonistas


3.MANCHESTER UNITED
Club yg berasal dari liga Inggris
Slogannya : Glory Glory Manchester United
Julukannya: The Red Devils
Nama Fans : Manchunian




4.MANCHESTER CITY
Club yg berasal dari liga Inggris
Slogannya : City Till We Die "City Sampai Kita Mati"
Julukannya: The Citizen
Nama Fans: Citizens





5.CHELSEA
Club yg berasal dari liga Inggris
Slogannya: Keep The Blues Flag Flying High artinya "Jaga Bendera Si Biru Terbang Tinggi"
Julukan : The Blues
Nama Fans : True Blue / Chelsea Fans





6.ARSENAL
Club yg berasal dari liga Inggris
Slogannya : Victoria Corcordia Crescit yaitu "Kemenangan Diperoleh Dari Kerja Sama/Keharmonisan"
Julukan : The Gunners (Si Meriam)
Nama Fans : Gooners





7.LIVERPOOL
Club yg berasal dari liga Inggris
Slogannya : You'll Never Walk Alone "Kamu Tdk Pernah Berjalan Sendiri"
Julukan : The Reds
Nama Fans : Liverpudlian





8.AC MILAN
Club yg berasal dari liga Italia.
Slogannya : Forza Milan yang berarti "Ayo Milan"
Julukan Club: Rosseneri(Merah Hitam)
Nama Fans: Milanisti





9.INTER MILAN
Club yg berasal Dari liga Italia
Slogannya : Forza Inter "Ayo Inter"
Julukan : Nerazzuri
Nama Fans : Interisti

Friday, 31 January 2014

PERSIPURA Jayapura

Berdiri: 25 Mei 1965
Alamat: Jl. Balai Kota No.1 Indonesia
Telepon: +62 (0) 967 583742 / 523234
Faksimile: +62 (0) 967 583742
Laman Resmi: http://www.persipurajayapura.com
Ketua: Drs. MR. Kambu, M.Si
Direktur: Rudy Maswi
Stadion: Mandala
Sejarah Singkat

Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura atau disingkat Persipura Jayapura, adalah sebuah klub sepakbola profesional Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua. Saat ini tim berjuluk "Mutiara Hitam" merupakan salah satu kontestan papan atas Superliga.
Terkait polemik hari jadi Persipura, ada kisah menarik yang mungkin bisa membantu meluruskan sejarah klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut. Sebenarnya, sebelum Persipura berdiri ditahun 1965 / 1963 (sebagaimana dikatakan oleh para pengurus pertama Persipura), di Irian sendiri sudah berdiri sebuah klub sepakbola. PSKS namanya. PSKS (Persatuan Sepakbola Kotabaru dan Sekitarnya) adalah nama perserikatan (bond) dari provinsi Irian Barat (Irian Jaya/Papua). Kotabaru merupakan penyebutan lain dari kota Jayapura pada jaman itu. Sayangnya, tidak ada catatan kapan tepatnya klub PSKS ini didirikan. Yang jelas, pada bulan November 1962 PSKS mengadakan pertandingan segitiga di Kotabaru (Irian Barat). Dalam pertandingan segitiga itu, PSKS berhasil mengalahkan Tim Pasukan Pakistan 1-0 dan Tim Kontinent Indonesia 6-0. Sementara Tim Kontinent Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Tim Pasukan Pakistan.
Dalam hari-hari berikutnya, PSKS berkunjung ke Pulau Jawa untuk memperkenalkan diri. Pelatih PSKS, Albert Mandosir pun mengatakan: “Maksud kami datang ke Jakarta dan kota-kota lainnya bukanlah untuk mencari kemenangan, tetapi untuk memperkenalkan diri dan belajar tentang teknik sepak bola dari saudara-saudara kami yang begitu lama terpisah.”
Nah, jika yang dimaksud hari lahir Persipura adalah saat pertama berdirinya klub, maka pengurus Persipura harus mempertimbangkan dan menelusuri hari lahir PSKS karena kemungkinan besar PSKS inilah cikal bakal dari Persipura. Dalam beberapa informasi lainnya, banyak yang menyebut tahun berdirinya Persipura adalah 1950, dan bukannya di tahun 1960-an sebagaimana yang diyakini oleh para pengurus Persipura.
Dalam artikel yang ditulis oleh Ds Mesach Koibur, (Ketua Umum Persipura tahun 2010), dia meminta agar para pencinta tim berjuluk Mutiara Hitam ini tidak melupakan sejarahnya.
“Sejarah itu dibuat oleh pelaku, bukan penerusnya. Karena penerus hanya memberikan makna, bukan merubah,” katanya.
Bertempat di Aula Sosial GKI (Saat ini menjadi Mess GKI Jayapura) pada 25 Mei 1965, beberapa utusan dari perwakilan Perserikatan (Kesebelasan) seperti dari, Sorong, Manokwari, Biak, Yapen Waropen, PSK Kayu Pilo, Tobati, Nafri, Asei, dan Ayapo hadir mengikuti doa pengucapan syukur atas terbentuknya sebuah perserikatan sepakbola yang saat ini menjadi Persipura.
Saat itu, fokus tim merupakan mantan Voetbal Bond Hollandia (VBH) yang sudah ada sejak tahun 1952 hingga 1955, ketika bersekolah di Primaire Middlebare School (PMS) Kotaraja. Bersama rekan-rekan sesama pencinta sepakbola, seperti Ds Mesach Koibur, Barnabas Youwe, Hendrik Puy, Frans Ondi, David Hamadi, Izaskar Maryen ditambah teman-teman dari Lagere Technise School (LTS). Ada dua kesebelasan yang didirikan, yakni Pelikan dan DOS (Door Oefening Sterk). Pelikan dan DOS juga menjadi anggota VBH aktif ikut kompetisi dan sangat disegani.
Dalam masa-masa yang sulit, para tokoh sepakbola yang juga pendeta muncul sebuah ide menolong, mengorganisir pemuda-pemuda Papua lewat Kepanduan dan Sepakbola.
Menyangkut sepakbola atas dasar pengalaman di PMS Kotaraja di VBH dan negeri Belanda, terjadi kesepakatan dari para tokoh ini untuk membentuk semacam Voetbal Bond Hollandia dan saudara Barnabas Youwe diberi tanggung jawab untuk mengadakan kontak dengan berbagai pihak (kesebelasan) serta mengorganisir Pelatihan-pelatihan.
Sekolah-sekolah Menengah seperti STM merupakan perhatian utama mendapatkan pemain. Ternyata ada respon yang positif dari semua pihak, sehingga dibentuk sebuah wadah untuk mempersatukan semua perserikatan.
Atas dasar itulah maka pada pertemuan 25 Mei 1965 secara resmi dibuat Deklarasi berdirinya Persatuan Sepakbola Jayapura dan sekitarnya yang disingkat Persipura.
Dalam perkembangannya, Persipura Jayapura mengemban visi yang mulia, yakni menjadi pusat pengkaderan tenaga-tenaga profesional sebagai orang Papua, serta dapat diakui harkat, martabat, dan harga dirinya, sehingga terhindar dari rasa minder, frustrasi dan masa depan yang suram.
Untuk mencapai semua itu, maka Persipura mulai menunjukkan misinya sepagai tim yang siap menciptakan SDM berkualitas melalui kerjasama dengan pemerintah, PSSI, dan Internasional. Tidak hanya itu, Persipura juga siap mengorganisir kompetisi antar perserikatan secara teratur demi mendapatkan pemain muda yang potensial dan profesional.
Setelah melalui perjalanan panjang, untuk kali pertamanya Ds. Mesach Koibur ditetapkan sebagai ketua dan sebagai Sekretaris saudara Barnabas Youwe merangkap Pelatih. Anggota-anggota terdiri dari semua Ketua Perserikatan. Sangat sederhana tapi yang penting bisa bergerak dan berjalan.
Adanya ketua bukan berarti semua keuangan lancar, tetapi dengan modal semangat, para pengurus ini mengaku optimistis mampu membangkitkan potensi sepakbola di tanah Papua.
Apalagi sang Sekretaris yang merangkap Pelatih yang selama 24 jam terus berkeliling menghubungi dan menggerakan semua anggota diseluruh Jayapura ini. Mottonya yang selalu diketengahkan penuh humor adalah “One For Eleven, Eleven For One”
Kita bersyukur karena Keputusan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang mengabdikan namanya menjadi Stadion Barnabas Youwe.
Menyangkut perlengkapan (seragam) suatu ketika kami dipanggil Residen Soekarnapura, Nawawi yang kemudian menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, beliau bertanya “Kami dengar Pak Koibur ada bentuk kesebelasan sepak bola, apa yang bisa saya bantu ?” Saya jawab “Kami perlu pakaian seragam, bola dan sepatu bola”. Bantuan inilah yang kemudian dipakai untuk try out pertama kali Persipura ke Maluku dan Sulawesi Utara dengan hasil menang dan menang.
Dengan demikian banyak pihak-pihak mulai buka mata serta melirik masuk ke Pengurus Persipura. Tentang lapangan sepak bola milik Persipura adalah lapangan sepak bola Argapura yang selalu dijaga dan kalau mau pakai harus minta izin Ketua Persipura.

Karena Stadion Mandala Jayapura yang menjadi kandangnya sedang direnovasi, tim kebanggaan warga Papua ini terpaksa harus mengungsi ke Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, hingga selesainya venue mereka tersebut diperbaiki dan siap digunakan.

Meski telah cukup lama berdiri, prestasi tim asal Papua ini baru mulai terlihat di era sepakbola semi-profesional. Tepatnya setelah tampil sebagai juara Liga Indonesia 2005. Maklum saja karena di era Perserikatan, Persipura hanya mampu menjadi runner-up pada musim 1980.

Kala itu Persipura dikalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1, di laga pamungkas yang berlangsung cukup dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang kemudian tampil menjadi juara. Setelah itu prestasi Persipura terus melorot, hingga terlempar ke Divisi Satu.

Memang di level tingkat dua sepakbola nasional kala itu Persipura tampil dua kali juara pada musim 1979 dan 1994. Namun tetap saja hal itu tidak mampu menujukkan eksistensi mereka di pentas sepakbola nasional, hingga akhirnya tampil sebagai juara Divisi Utama.

Memasuki era sepakbola profesional dengan digulirkannya Superliga pada musim perdana 2008/09, tim asal Papua ini menunjukkan penampilan luar biasa untuk merebut gelar juara. Itu seiring dengan semakin membaiknya penampilan beberapa pemain lokal binaan Mutiara Hitam, ditunjang kehadiran pemain asing berkualitas.

Bisa ditebak, skuad yang saat ini dipimpin pelatih Jacksen F Tiago asal Brasil bisa terus melaju dan kembali merebut titel yang hilang pada musim 2009/10 lalu.

Persipura tampil di Liga Champions Asia musim 2010, meski terhenti di fase grup. Kalah 4-1 dan 8-0 dari Jeanbuk, kalah 3-1 dan 5-1 dari Kashima, serta kalah 8-0 dan menang 2-0 atas Changcun. Pada 2011, Persipura tampil di AFC Cup. Mereka mampu melaju hingga babak perempat-final, namun kemudian terhenti di tangan klub Irak, Arbil SC.

Di tengah dualisme kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional pada musim 2011/12, Persipura tetap memilih untuk mengikuti Indonesia Super League (ISL) di bawah pengelolaan PT. Liga Indonesia.

Catatan Prestasi

Divisi & Perserikatan
1978/79: Juara Divisi Satu (promosi ke Perserikatan)
1980: Runner-up Perserikatan
1993/94: Juara Divisi Satu (promosi ke Liga Indonesia)

Liga Indonesia
1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Timur
1995/96: Semi-Final
1996/97: 12 Besar
1998/99: Peringkat ke-4 Wilayah Timur
1999/20: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
2001: Peringkat ke-7 Wilayah Timur
2002: Delapan Besar
2003: Peringkat ke-5
2004: Peringkat ke-13
2005: Juara
2006: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
2007: Semi-Final

Superliga Indonesia
2008/09: Juara
2009/10: Runner-up
2010/11: Juara
2011/12: Runner-up
2012/13: Juara

Piala Indonesia
2005: 16 Besar
2006: Runner-up
2007: Runner-up
2008/09: Runner-up
2009/10: Semi-Final

Gelar Lain
2009: Juara Community Shield
2009: Juara Piala Keraton
2010: Babak Grup Liga Champions AFC
2011: Juara Inter Island Cup
2011: Perempat-final Piala AFC
2012: Play-off Liga Champions AFC


Daftar Pemain & Pelatih 2013/2014

1
Kiper

16
Gelandang
20
Kiper

27
Gelandang
23
Kiper

44
Gelandang
13
Bek

-
Gelandang
14
Bek

-
Gelandang
16
Bek

21
Striker
28
Bek

24
Striker
45
Bek

25
Striker
4
Gelandang

33
Striker
11
Gelandang

86
Striker
12
Gelandang

-
Striker
13
Gelandang

-
Striker
15
Gelandang

-
Manajer/Pelatih

diambil : dari berbagai sumber