Blogger Widgets TAMAMI JAYA: JALAN-JALAN
SELAMAT DATANG Di Web tamamijaya.blogspot.com Jalan DR.Wahidin 76 Dema'an Jepara
Showing posts with label JALAN-JALAN. Show all posts
Showing posts with label JALAN-JALAN. Show all posts

Sunday, 25 January 2015

BENTENG PORTUGIS



Pada tahun 1619, kota Jayakarta (Sunda Kelapa) dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa yang diubah namanya menjadi Batavia dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuh nya kota Jayakarta ke tangan Belanda. Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda. Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram. Kejadian ini membuat Sultan Agung  berpikir bahwa VOC  Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis

Benteng ini dibangun pada tahun 1632 oleh Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bekerjasama dengan Bangsa Portugis yang pada saat itu berseteru dengan VOC Belanda. Benteng ini merupakan hasil perjanjian antara Mataram dengan Portugis. Fungsi benteng ini  sebagai pusat pertahanan dan menjaga lintas pelayaran dari ancaman VOC karena pada saat itu Mataram berseteru dengan VOC. Benteng ini strategis untuk kepentingan militer zaman dahulu dengan menempatkan beberapa meriam dengan kemampuan jarak tembak 3 Km.Fungsi dari keberadaan Benteng ini sebagai markas tentara Portugis dan untuk menghalau kapal-kapal niaga VOC yang melintas bahkan yang ingin mendarat di pantai utara Jawa.Kenyataannya Malaka yang sebagai kota utama Portugis dapat direbut VOC pada tahun 1641 , dan tahun 1642 Bangsa Portugis angkat kaki dari Benteng ini.

Benteng Portugis Jepara secara administratif terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Pada awalnya benteng ini berada di wilayah Kecamatan Keling, tetapi setelah adanya pemekaran wilayah pada tahun 2008/2009 maka keberadaan Benteng Portugis ini sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan Donorojo.
Batas-batas wilayah yang mengelilingi Benteng Portugis Jepara adalah sebagai berikut :
  • Jalan raya jurusan Jepara-Keling dan pemukiman penduduk di sebelah selatan
  • Laut Jawa di sebelah barat
  • Laut Jawa di sebelah timur
  • Laut Jawa dan Pulau Mandalika di sebelah utara
Secara geografis Benteng Portugis Jepara berada pada koordinat UTM E 463236,41 dan S 9277713,49

Benteng ini sekarang hanya berupa reruntuhan tembok berbentuk persegi empat yang terletak di atas bukit tepat di seberang selatan Pulau Mandalika. Di dalam tembok hanya berupa lahan kosong yang ditumbuhi beberapa pohon yang sengaja dibiarkan untuk tempat berteduh pengunjung. Di area dalam sebelah utara terdapat satu bangunan yang juga digunakan sebagai temat berteduh pengunjung. Selain itu terdapat beberapa replika meriam yang ditempatkan di sisi utara dan timur benteng yang langsung berbatasan dengan laut lepas.

Benteng Portugis dibangun diatas sebuah bukit yang menjorok ke arah laut (tanjung) yang diapit oleh dua teluk di sebelah barat dan timur. Tebing bukit sisi barat, dan utara merupakan tebing yang terjal dengan beberapa singkapan batuan padas. Sedangkan sisi timur agak landai dan jalan masuk ke benteng melalui tebing bukit sisi selatan yang secara morfologinya tidak terlalu terjal. Secara geologi bukit tersebut merupakan bukit padas dengan lapisan tanah permukaan yang tipis berkisar 20 hingga 30 cm yang merupakan hasil pelapukan batuan padas tersebut.
Benteng Portugis dibangun pada bagian puncak bukit sisi utara. Benteng ini sekarang hanya tinggal pagarnya yang terbuat dari batu padas yang disemen (semen ini masih perlu diteliti campurannya, apakah semen sekarang atau semen dahulu).
Benteng tersebut memiliki 3 buah pintu yang terdiri dari satu pintu utama di sisi selatan benteng, satu pintu di sisi barat dan satu pintu di sisi utara. Pada benteng sisi utara terdapat 3 buah lubang berbentuk huruf u yang dimungkinkan merupakan tempat meletakkan meriam dengan arah hadap ke laut. Di tengah-tengah benteng terdapat struktur berbentuk persegi empat yang terbuat dari tumpukan fragmen batu padas. Bangunan ini tidak diketahui apakah memiliki atap yang permanent atau tidak. Bangunan ini menghadap ke barat (pantai sebelah barat) dengan pintu utama berada di sisi barat dan terletak di ujung utara tembok bangunan. Tinggi tembok bangunan sisi utara pada ujung barat adalah ± 160 Cm dan ujung timur yang menempel pada bukit memiliki ketinggian ± 200 Cm. Tembok sisi barat memiliki tinggi ± 200 Cm, sedangkan tembok sisi selatan ketinggiannya sama dengan tembok sisi utara. Pada tembok sisi utara dan sisi selatan terdapat beberapa lobang dengan diameter ± 25 Cm dengan interval jarak antar lobang ± 60 Cm dan jarak tinggi dari tanah adalah ± 160 Cm.

Disekeliling benteng telah dibangun jalan setapak dari paving blok yang saling berhubungan dan kesemuanya mengarah ke pantai di utara dan timur bukit sebagai jalan turun atau naik pengunjung baik dari arah pantai menuju ke benteng maupun sebaliknya. Pada halaman dalam benteng pernah dibangun beberapa permainan anak-anak tetapi oleh manajer yang sekarang permainan ini telah dilepas dan dipindah di areal dekat loket karcis tanda masuk. Bangunan baru yang ada adalah sebuah gardu pandang yang dibangun halaman dalam benteng pojok barat laut.
Dibawah bukit sisi barat dan ditepi pantai terdapat bangunan yang mirip dengan Benteng Portugis yang berada di puncak bukit. Bangunan ini dibangun menempel pada tebing bukit yang mirip dengan sebuah goa. Goa disini bukan berarti sebuah goa horizontal maupun goa vertikal yang dalam tetapi terbentuk dari adanya patahan pada lapisan batuan padas sehingga membentuk sebuah rongga. Karena membentuk sebuah rongga maka beberapa warga menyebutnya sebagai goa.

Kawasan Wisata Benteng Portugis sebagai salah satu situs arkeologis dan  merupakan salah satu Benda Cagar Budaya di Jepara. Kawasan ini mempunyai nilai sejarah yang penting bagi perkembangan Kabupaten Jepara dan potensi alam yang menarik, sehingga kawasan disini perlu dilestarikan dan ditata dalam perencanaan untuk dikemas dan dipresentasikan sebagai sarana pariwisata yang mempunyai nilai edukatif dan rekreatif, agar dapat meningkatkan ekonomi lokal kawasan sekaligus dan meningkatkan jati diri Kabupaten Jepara.
Hal ini tentunya dapat diintegrasikan dengan prioritas program di sektor transportasi, kelautan, kebersihan dan pertamanan, kependudukan serta penataan bangunan dan lingkungan guna mendukung sektor pariwisata dan budaya di Kawasan Wisata Benteng Portugis.

Di Benteng Portugis ini terdapat 2 ( dua ) buah gua , yaitu gua vertical letaknya di atas Benteng disebelah sudut kanan Benteng dan gua lainnya berada di pinggir pantai sebelah barat yang menghubungkan Benteng Portugis dengan gua tritip berjarak 2 Km dari Benteng Portugis dan Gua Lawa batu gedek yang berada di pegunungan depan Benteng Portugis.Disebelah barat Benteng terdapat Benteng Pengintai berukuran 2,5 x 4 meter yang berfungsi sebagai tempat pengintaian musuh dan penempatan senapan laras panjang tentara Portugis di lubang-lubang kecil yang berjejer di Benteng Pengintai tersebut.
Selain Benteng Portugis sebagai Destinasi wisata sejarah dan budaya, juga memiliki potensi keindahan alam yang besar dan terlengkap di Kabupaten Jepara. Potensi alam yang mendukung Destinasi wisata Benteng Portugis antara lain wisatawan dapat melihat pemandangan bukit , gunung cagar alam Clering , laut , dan pantai ,serta hamparan batuan sedimen yang jarang dijumpai di pantai lain dan merupakan ICON Destinasi wisata Benteng Portugis serta dapat melihat keindahan Pulau Mondoliko yang letaknya tepat berada di utara Benteng Portugis.
Dengan didukung oleh sumber daya alam yang besar pemandangan di sekitar Destinasi Wisata Benteng Portugis sangat menarik dan menakjubkan. Keindahan alam tersebut dapat kita jadikan sebagai slogan wisata “ BACK TO NATURE “ . Keindahan alam yang mendukung ini , sangat disukai wisatawan mancanegara yang setiap tahunnya mengalami peningkatan arus kunjungan ke Destinasi wisata Benteng Portugis.

Sumber :
kebudayaan.kemdikbud.go.id
wikipedia.org

Wisata Sejarah di Jepara KLIK DI SINI

Friday, 23 January 2015

Museum R.A. Kartini



R.A.Kartini tokoh penggagas emansipasi wanita yang masih sering diperingati sebagai hari besar nasional setiap tanggal 21 April. Berbagai jejak rekam beliau dapat diketahui oleh khalayak umum di Museum Kartini. Di museum ini, anda dapat mengenal lebih dekat tentang sosok Kartini yang begitu gigih dalam memperjuangkan status sosial wanita di Indonesia. 
Museum Kartini adalah tempat penyimpanan benda-benda R.A. Kartini semasa hidupnya. Tidak hanya itu, terdapat juga benda peninggalan kakaknya, yaitu RMP Sosrokartono dan beberapa benda-benda kuno yang ditemukan di wilayah Kabupaten Jepara. 
Museum ini terletak di Jalan Alun-alun No. 1 Desa Panggang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Museum Kartini terletak di Desa Panggang, Kecamatan Jepara, tepatnya di Alun-alun No.1, Jepara, di sebelah utara Pendopo Kabupaten Jepara.
Museum R.A. Kartini buka setiap hari mulai pukul : 08.00 – 16.00 WIB

Bangunan Museum
Museum ini terdiri dari 3 buah bangunan yang jika di lihat dari atas bangunan tersebut berbentuk huruf K, T dan N yang merupakan singkatan dari Kartini. 
Bangunan Museum merupakan bangunan baru dan lokasinya dekat Pendopo Kabupaten persis bersebelahan dengan Alun-alun kota Jepara, dengan harapan akan lebih menarik masyarakat.
Luas bangunan museum 890 meter persegi, berdiri di atas tanah seluas 5.210 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri dari tiga gedung:
  1. Gedung K, seluas 590 meter persegi
  2. Gedung T, seluas 130 meter persegi
  3. Gedung N, seluas 190 meter persegi
Gedung N sekarang difungsikan sebagai tempat kegiatan seni.

Sejarah Singkat
R.A. Kartini sebagai perintis emansipasi wanita Indonesia. Untuk mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangannya, maka pada tahun 1975 Pemerintah Daerah Tingkat II Jepara, atas usulan wakil rakyat dan bantuan dari Presiden Soeharto, telah didirikan museum pada tanggal 30 Maret 1975, pada masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, S.H. Diresmikan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jepara, Soedikto, S.H. Museum Kartini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara.
Museum ini selain menyajikan benda-benda peninggalan R.A. Kartini juga menyajikan benda-benda warisan budaya yang didapat di daerah Kabupaten Jepara.

Koleksi
Museum Kartini merupakan tempat penyimpanan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya serta benda peninggalan kakaknya yaitu RMP Sosrokartono. Selain itu juga menyimpan benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara.
Penyajian ruang koleksi dibangi menjadi empat ruangan:

Ruang I
Badan K untuk koleksi peninggalan R.A. Kartini berupa benda-benda serta foto semasa masih hidup
, terdapat banyak sekali benda-benda peninggalan Kartini. Mulai lukisan, ruang kerja semasa dia hidup, hingga beberapa catatan tentang buku Habis Gelap, Terbitlah Terang. Beberapa foto-foto Kartini dan keluarga juga banyak terpampang di dinding-dinding museum. 
Jadi ruang ini berisi koleksi peninggalan RA Kartini berupa benda-benda dan foto-foto miliknya semasa masih hidup antara lain : (Satu) set meja kursi tamu yang masih asli terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas motif Jawa kuno, Lukisan wajah beliau pada saat melangsungkan pernikahannya dengan Bupati Rembang, Raden Mas Adipati Djoyodiningrat pada tanggal 12 Nopember 1903, Foto contoh tulisan dalam bahasa Belanda yang ditujukan kepada sahabatnya di negeri Holland, Foto putera satu-satunya yaitu Raden Mas Singgih yang waktu kecilnya bernama Susalit (Jawa : susah wiwit alit atau dalam bahasa Indonesia susah sejak kecil), Foto ayahandanya, RMAA. Sosroningrat yang pernah menjabat sebagai Bupati Jepara yang waktu itu pusat pemerintahannya berada di Pendopo Kabupaten.
Terdapat juga Foto ibu kandungnya, MA. Ngasirah yang berasal dari desa Telukawur Jepara, Meja belajar, Piring dan mangkok, Hasil keterampilan tangan muridnya berupa renda, Alat untuk membatik berupa canting milik RA Kartini, Silsilah RA Kartini, Serambi belakang pendopo Kabupaten, Botekan, sebuah tempat untuk menyimpan jamu sebagai persiapan pada saat RA Kartini akan dilahirkan, Mesin jahit kepunyaan muridnya yang sampai sekarang masih dapat dioperasikan.

Ruang II
Masih berada di gedung pertama, namun berbeda ruang, berisi benda-benda peninggalan R.M. Panji Sosroakartono, kakak kandung dari Kartini.
Di ruang ini kita akan menjumpai benda-benda peninggalan maupun foto-foto dari kakak kandungnya, Drs. RMP. Sosrokartono. Tokoh yang turut berjuang dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia sekaligus sebagai motivator dan pendorong bagi cita-cita mulia RA Kartini, menguasai 26 jenis bahasa dan pandai dalam bidang pengobatan dengan menggunakan “Air Putih” sebagai media perantara. Beliau terkenal dengan sebutan “Joko Pring” atau “Mandor Klungsu” dan orang-orang sering memanggil beliau dengan julukan “Ndoro Sosro”. Selain itu beliau terkenal lewat ilmunya “Catur Murti” yaitu perpaduan antara ucapan, perasaan, pikiran, dan perbuatan. Menurut ajaran ilmu tersebut bilamana orang menguasai dan mampu memadukan keempat unsur di atas niscaya orang itu akan menjadi manusia yang sejati (Jawa : Mumpuni). Beberapa benda peninggalan dan foto-foto yang ada di ruangan ini antara lain: Kursi-kursi untuk antri para pasien yang kondisinya masih asli; kursi sofa untuk istirahat; tempat pengobatan sekaligus tempat pembaringan terakhir pada saat beliau wafat; foto gambar gunung Lawu dan Merapi yang diambil tidak melalui pesawat terbang maupun satelit, namun dari suatu tempat tertentu dengan kekuatan ilmu yang dimilikinya; ruang semedi; meja marmer asli; gambar huruf Alif yang terpasang pada bingkai sebagai tanda untuk mengetahui berhasil atau tidaknya dalam mengobati pasien; dll.

Ruang III
Kaki K bawah untuk penyajian
(1) Benda-benda yang bernilai sejarah dan purbakala yang ditemukan di wilayah Jepara, antara lain arkeologi, keramik, dll.
Benda-benda yang ada di ruangan ini meliputi benda-benda purbakala periode abad VII yaitu peninggalan Ratu Shima.
Ratu Shima adalah penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara dan benda-benda kuno bernilai sejarah yang ditemukan di wilayah Jepara, antara lain:
Foto beberapa barang kerajaan yang terbuat dari emas dan platina, patung arca trimurti dan siwa mahaguru, yoni dan lingga, kepingan mata uang gopeng yang terbuat dari logam, potongan ornament batu berukir yang sekarang ini masih dapat dilihat pada dinding masjid Mantingan Jepara, Seperangkat gamelan kuno, bak mandi dan guci untuk menyimpan air yang terbuat dari tanah liat, beberapa barang keramik yang ditemukan di sekitar perairan Karimunjawa, dll.
(2) Selain benda-benda di atas disajikan pula beberapa contoh barang hasil kerajinan dari Jepara yang terkenal yaitu: Ukir-ukiran, tenun ikat tradisional dari desa Troso, monel (logam baja putih) yang tidak berkarat atau stenlis steel, keramik, rotan dan anyaman bambu.

Ruang IV
Gedung T berisi tulang ikan raksasa ‘Joko Tuwo’ yang panjangnya kurang lebih 16 meter, yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa pada pertengahan bulan April 1989, dalam keadaan mati namun masih ada sisa-sisa dagingnya. Menurut pakar sejarah /arkeologis bahwa ikan ini sebangsa ikan gajah, karena pada bagian kepalanya terdapat semacam gading seperti yang dimiliki hewan gajah serta ada bahasa latin dan spesies khusus untuk hewan tersebut. Namun kebanyakan para pengunjung menyebut ikan itu dengan nama ikan Paus.


Sumber:  Brosur ‘Museum R.A. Kartini’

Wisata Sejarah di Jepara KLIK DI SINI


Friday, 16 January 2015

Laporan wisata dengan kalimat asli dari siswa Sekolah Dasar



Laporan perjalanan ke waterboom Tiara Park

Waterboom tiara park berlokasi di purwogondo, kalinyamatan dari sekolahku jaraknya kira-kira 8 km yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit
Menurut pemandu di tiara park lokasi ini dibuat taman wisata anak-anak tapi tidak mendukung dengan keadaan sekitarnya jadi dibuatlah arena parkir yang terlampau luas sampai adanya kereta anak-anak yang tak terpakai.
Arena di weterboom ini terdiri dari 3 tempat yaitu :
·         Tempat anak-anak balita (usia 4-6 tahun)
·         Tempat dewasa yang tinggi airnya dalam buat latihan orang yang ikut renang entah berapa cm tingginya
·         Tempat umum ada ajang permainan, ada tempat luncurannya yang bikin kita tegang seru-seruan ada juga tempat tangga di atasnya ada ember besar yang siap menguyur kami

Di tiara park ada juga kegiatan trampolin,flying fox tapi sudah tak terpakai sayang sekali karena sudah tak bisa dipakai.
Saya dan teman-teman berseluncur dari atas sampai kebawah saya berseluncur dengan teman-teman sama teman-teman yang asik bermain luncuran lagi saya mencoba lagi berseluncur.
Saya liburan ke water boom dengan teman-teman saya bermain perosotan sama teman-teman sedangkan teman-teman yang lain bermain seluncuran ada pula yang bermain di perosotan, anak-anak yang lain berseluncuran dari atas sampai kebawah, saya dan teman-teman juga bermain di area anak.
Di sana ada luncuran anak-anak
Saya dan teman temanku bermain luncuran itu dengan teman-teman yang bermain luncuran ini digunakan anak-anak dari atas sampai kebawah di sana ada luncuran yang tegang kalau coba seru sekali
Disana ada orang yang berenang di dangkal ada juga yang dalam sebaiknya anak-anak jangan bermain yang dalam karena bisa membahayakan diri sendiri, kalau begitu kita harus bermain di tempat anak-anak saya berseluncur dari atas sampai bawah kalau begitu kita harus bermain bersama teman-teman dibawah ada pula yang meluncur dari atas
Ada juga yang tidak berani dari atas
Saya harus bermain di area anak-anak jangan bermain di area orang dewasa kalau begitu saya dan teman-teman saya bermain selorodan anak kalau begitu saya bermain di arena anak-anak saya anak-anak jadi jangan bermain kolam renang yang paling dalam karena itu bisa membahayakan diri sendiri
Di sana juga ada ember yang siap menguyur kami saya bermain perosotan bersama teman-teman yang asik bermain ada pula yang tidak berani berseluncur dari atas  ada banyak yang tidak berani dari atas.
Arena di water boom ini juga luas karena itu bisa membahayakan diri sendiri ada tempat luncuran yang bikin kita tegang seru-seruan ada juga tempat tangga diatasnya ada ember besar yang siap menguyur kami.
Ada juga yang tak bisa di pakai karena sudah tidak bisa digunakan kalau di gunakan bisa membahayakan diri sendiri.
Menurut saya disana ada juga yang seluncurnya memutar-mutar ada juga yang bikin kita tegang kalau di coba rasanya sejuk saya bermain luncuran yang besar.
Di sana ada juga perosotan anak-anak saya bermain sama teman-teman saya dibawah

Saya berlibur ke water boom untuk berlibur kesana saya bermain lucuran yang menegangkan arena disana juga menarik karena ada perosotan disana kita akan coba bersama teman-teman saya untuk berlibur ke water boom saya bersama teman saya bermain bersama teman-teman tapi saya berseluncur dari atas sampai kebawah terakhir saya bermain bersama teman-teman saya bermain lagi perosotan anak-anak karena ada ember kecil yang siap menguyur kami disana saya berlibur ke water boom saya pergi bersama ke water boom bersama teman-teman di tiara park saya bermain disana bersama teman-teman yang juga bermain perosotan anak-anak ada juga tempat tangga di atasnya ada ember besar yang siap menguyur kami.

Menurut pemandu di tiara park lokasi ini di buat taman wisata anak-anak mendukung dengan keadaan sekitarnya saya bermain perosotan disana, di sana itu untuk berlibur-berliburan di sana saya dan teman-teman bermain di sana sama teman-teman
Disana ada curah yang memutar-memutar kalau begitu saya di sana harus bersenang-senang kalau begitu saya harus bermain bersama teman-teman saya dan teman-teman berseluncuran dengan teman-teman saya disana bermain disana dengan teman-teman saya main perosotan disana sama teman-teman saya yang bermain di sana

Demikian laporan kami, terimakasih.
Dari siswa kelas VI SD Negeri 2 Sukosono Kedung Jepara

Terkait Laporan Perjalanan Study Tour ke Tangkuban Perahu KLIK DI SINI
 

Saturday, 10 January 2015

Wisata Alam Di Jepara



Karimunjawa
Karimunjawa terdiri dari 3 desa (Karimun, Kemojan dan Parang). Obyek wisata Bahari terpadu Taman Nasional Laut Karimunjawa ini merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di tingkat regional bahkan International, Karimunjawa memiliki keindahan alam bawah laut yang alami/perawan dan sangat menakjubkan, dengan aneka jenis terumbu karang yang paling lengkap di dunia, biota laut dan ikan karang beraneka warna, hamparan pasir putih di setiap pulau dari 27 pulau yang ada menjadikan Karimunjawa laksana surga bagi pengunjung wisatawan baik mancanegara maupun domestik.
Kebijakan pengembangan pariwisata di Taman Nasional Karimunjawa diarahkan pada wisata berwawasan lingkungan, minat khusus atau sering disebut Ekowisata/Ecotourism/wisata alam dan ekosistem utama kawasan. Adapun wisata alam adalah kegiatan perjalanan atau sebagaian dari kegiatan wisata yang bersifat wisata minat khusus yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan alam di Taman Nasional, sedangkan ekosistem utama kawasan adalah Hutan Hujan Tropis Dataran rendah, Hutan Mangrove, Terumbu Karang, Hutan Pantai, Padang lamun dan rumput laut.
Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 6 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).

Pulau Panjang
Pulau Panjang terdapat di sebelah barat Pantai Kartini berjarak sekitar 1,5 km. merupakan pulau berpantai landai dan berpasir putih. Pulaunya rimbun karena beberapa jenis tanaman keras tumbuh di sana. Pohon-pohonya yang tinggi sangat menarik bagi berbagai jenis burung (camar, bangau, blekok) untuk tinggal dan berkembang biak.
Pengunjung dapat mengelilingi pulau dengan berjalan menyusuri pantai atau menyusuri jalan (paving block) sambil menikmati pemandangan di kanan kiri. Selain itu, pantai berpasir putih dan laut dangkal dengan terumbu karang juga merupakan pemandangan yang cukup menarik, terutama bagi yang suka mancing dan mandi laut.
Di Pulau Panjang juga terdapat makam tokoh islam (seorang guru), Syeikh Abu Bakar namanya. Terdapat pula mercusuar yang sampai sekarang masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal yang mengarungi Laut Jawa.
Untuk sampai di Pulau Panjang dapat memanfaatkan perahu wisata "Sapta Pesona" dari Pantai Kartini atau Pantai Bandengan dengan tarif yang relatif murah. Bagi yang ingin berkemah tidak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia sarana MCK yang cukup memadai.

Pulau Mandalika
Pulau Mandalika letaknya berhadapan langsung dengan Objek Wisata Benteng Portugis dengan jarak kira-kira 2 km. Untuk mengunjungi pulau ini dapat menggunakan perahu nelayan bermesin tempel dengan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam.
Pulau ini tidak berpenghuni, hanya 1 orang operator/penjaga mercusuar yang bertugas di sana. Alamnya berupa hutan yang masih perawan sehingga banyak binatang berbisa seperti : ular, kalajengking, dan kepiting hitam (gotho). Pantainya curam dan berbatu sehingga pulau ini dikelilingi laut yang cukup dalam.
Bagi yang suka memancing, dapat melakukan aktivitas ini baik dari daratan Pulau Mandalika atau dari bebatuan yang ada di bawah Benteng Portugis atau dapat juga dengan menyewa perahu. Ikan yang diperoleh pemancing biasanya jenis kerapu, kakap putih, gerabah, pari, dan sembilang.

Pantai Kartini
Obyek Wisata Pantai Kartini terletak 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini berada di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan merupakan obyek wisata alam yang menjadi dambaan wisatawan.
Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.
Di tempat ini pula para pengunjung dapat melepaskan lelah dengan duduk-duduk di bawah gazebo sambil menghirup udara segar bersama terpaan angin laut, terdapat pula deretan toko souvenir kerajinan laut yang dapat dijadikan buah tangan para wisatawan.
Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang.

Pantai Tirto Samodra
Pantai Tirto Samudro atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini sangat cocok untuk lokasi mandi . tak jarang para wisatawan yang datang ke obyek ini sengaja melakukan mandi laut. Umumnya mereka anak-anak, remaja dan para wisatawan manca negara. Biasanya saat yang paling disukai adalah pada waktu pagi hari dan di saat sore menjelang senja dimana akan tampak panorama sunset yang memukau.
Di lokasi ini pula kita dapat bersantai ria dan duduk duduk di atas shelter sambil menikmati semilir angin pantai serta udara yang masih alami (tanpa polusi). Kawasan obyek wisata yang lahannya cukup luas dan sebagian besar ditumbuhi rerimbunan pohon-pohon pandan ini memang cocok untuk kegiatan remaja seperti kemah, volley pantai, sepeda santai atau kegiatan-kegiatan serupa. Selain itu pula di dalam area obyek wisata ini sering digunakan ajang permainan moto cross dan pertunjukan festival layang-layang baik regional, nasional maupun internasional.
Obyek wisata ini dapat di jangkau dengan mudah oleh kendaraaan umum, sebab sudah tersedia prasarana jalan yang sudah beraspal dan sudah ada angkutan kota yang langsung menuju lokasi obyek wisata tersebut. Sedangkan makanan khas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung di obyek wisata tersebut yaitu kerang rebus, rajungan, ikan bakar serta pindang srani.
Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini pantai tersebut merupakan tempat yang menarik yang menjadi kenangan manis buat putra putri Bupati Jepara ini. Gadis yang lincah dengan panggilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya, pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan pantai tersebut.
Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak yang menggapai kaki mereka. Kepada Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut. Di jawab dengan singkat "Pantai Bandengan" kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan di Holland pun ada pantai yang hampir sama dengan Pantai Bandengan, hanya ada sedikit perbedaan bahwa airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela "..kalau begitu kita sebut saja Pantai Bandengan ini dengan "KLEIN SCHEVENINGEN".
Berawal dari hal di atas, maka sampai sekarang Pantai Bandengan terkenal dengan sebutan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN berarti pantai dan SCHEVENINGEN yaitu nama pantai di negeri Belanda).
Selain Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di pantai itulah RA Kartini dan Mr. Abendanon mengadakan pembicaraan empat mata yang berhubungan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun akhirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan buat RA Kartini diberikan kepada pemuda berasal dari Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim alm.).
Sementara itu dikisahkan bahwa obyek wisata Pantai Bandengan masih ada keterkaitanya dengan legenda asal usul Karimunjawa. Dalam legenda itu disebutkan bahwa karena terdorong rasa prihatin akan perilaku anaknya yang nakal/bandel, maka Sunan Muria memerintahkan puteranya yaitu Amir Hasan pergi ke utara menuju sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" dari puncak Gunung Muria. Kepergian ini dengan tujuan untuk memperdalam sekaligus mengembangkan ilmu agama. Kelak pulau yang dituju itu dinamakan Pulau Karimunjawa. Dalam perjalanan itu sampailah mereka di pantai yang banyak terdapat paya-paya dan ikan banding. Sampai sekarang tempat ini dinamakan Desa Bandengan dan pantai yang terletak di desa itu disebut pula Pantai Bandengan.

Pantai Mpurancak
Pantai Mpurancak Wilayah Jepara terkenal dengan keindahan pantai pasir putih, hampir semua pantai yg berpasir putih untuk dijadikan tempat wisata,salah satu yang tak kalah menarik yaitu pantai Mpurancak, kawasan ini banyak ditemui pilihan makanan menu seafood.
Pantai Mpurancak terlentak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo. Dapat dijangkau kira-kira 8 KM dari pusat kota jepara.
Pantai ini masih terlihat sepi, sebab memang belum banyak yang mengenal wilayah ini.
Namun sejak empat tahun terakhir, kawasan ini sudah mulai dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan memanfaatkan keindahan pantai dan tumbuh-tumbuhan rimbun di sekelilingnya.

Pantai Pungkruk
Pantai Pungkruk yang berlokasi di Desa Mororejo berjarak 7 km. dari kota Jepara. Pantainya datar dan berkarang, di lokasi ini terdapat banyak rumah makan tradisional yang menyajikan menu makanan laut (seafood) dengan menu andalan adalah ikan bakar. Ada beberapa rumah makan yang ditata cukup rapi, sebagian bangunannya berupa gazebo yang berada di atas laut/ tambak. Bahkan ada beberapa pengusaha yang melengkapi tempat usahanya dengan karaoke.

Pantai Guamanik Pecatu
Ada lagi keindahan yang terkuak dari kota Jepara, yaitu keindahan Pantai Guamanik Pecatu. Pantai Guamanik Pecatu ini terletak di sebelah selatan Benteng Portugis, desa Ujung Watu Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Lokasi pantai ini berdekatan dengan letak Benteng Portugis bahkan pantainya menyatu hanya dibatasi oleh sungai kecil. Diujung selatan pantai Guamanik Pecatu terdapat perbukitan yang cukup tinggi yang ditumbuhi oleh pepohonan liar.
Pantai Guamanik Pecatu, pantai dengan background perbukitan yang sangat indah. Di pantai ini  anda juga bisa melihat dan menikmati keindahan laut yang dihiasi dengan hamparan pasir putih yang begitu bersih dan cantik. Dan disini anda bisa melakukan berbagai aktivitas seperti bermain dipantai, berjalan-jalan mengelilingi bukit atau bahkan tracking menaiki perbukitan untuk melihat keindahan pemandangan Benteng Portugis dan juga pulau Mandalika.

Pantai Teluk Awur
Salah satu pantai di kabupaten Jepara yang cukup indah dan menarik untuk di kunjungi adalah Pantai Teluk Awur.
Pantai ini terletak di Desa Teluk awur kecamatan Tahunan sekitar 4 km ke arah selatan dari pusat kota Jepara, namun demikian jika dilihat pantai ini tidak kalah menariknya dengan pantai lainnya yang ada di Jepara. Setiap Event Lomban pantai ini juga gak kalah ramainya dengan pantai-pantai lainnya dan banyak juga hiburan-hiburan yang menarik .
Setiap hari Minggu atau libur pantai ini cukup ramai dikunjungi oleh pelancong baik dari sekitar Jepara sendiri, ada pula warga luar kota Jepara yang juga mampir mencoba melihat keindahan pantai yang masih alami ini.
Untuk yang mempunyai hobi berenang Pantai Teluk Awur kondisi airnya cukup bersih karena jauh dari lalangnya perahu dan kapal, sehingga aman jika digunakan untuk mandi dan berenang.

Pantai Semat
Satu lagi tempat wisata pantai alternatif warga Jepara , selain Teluk Awur yaitu pantai desa Semat kecamatan Tahunan Jepara juga menjadi tujuan warga Jepara ketika sedang libur. Lokasinya mudah dijangkau yaitu dari stadion Kamal Djunaidi ke arah selatan kira-kira 7 KM. Jika hari Minggu atau Jumat tiba pantai yang merupakan bagian desa Semat yang terkena abrasi ini ramai oleh hadirnya warga Jepara . Mereka kebanyakan datang dengan menggunakan sepeda motor sendiri-sendiri atau berombongan, sehingga mereka membuat keramaian tersendiri di pantai yang memang indah pemandangannya ini. Selain hanya duduk-duduk bersama dengan melihat hamparan laut yang membiru , sebagian mereka ada yang membawa alat tangkap ikan , seperti pancing, jaring atau branjang. Karena garis pantainya telah diberi pagar pembatas dari beton para pengunjung dapat duduk-duduk di sepanjang pantai , sebagian ada juga yang duduk di rumah-rumahan kecil untuk berteduh dengan melihat ombak yang saling berkejaran.

Pantai Ombak Mati
Di Pantai Bondo, kita bisa mandi air laut. Lautnya dangkal, airnya jernih, dan ombaknya mati. Tempat bilas juga tersedia, tak jauh dari ‘laut ombak mati’.
Lokasinya bisa ditempuh kalau dari kota jepara sendiri kira-kira 25 KM kearah utara nanti kalau ada pertigaan lampu merah di daerah mlonggo depan madrasah ada plang tulisan arah bondo nanti belok kekiri dan lurus, juga ada angkot yang menuju kesana tapi untuk pagi hari saja, sebelum sampai di bondo kita akan melewati tiga desa yaitu desa Jambu, Srobyong, dan Karanggondang, Kalau kita dari daerah keling atau pati bisa lewat jalur menuju PLTU di daerah  Wedelan atau juga bisa lewat jalur pertigaan depan pasar Kembang melewati desa Kancilan, Tubanan, dan Kaliaman, kalau ditempuh dari daerah Bangsri bisa lewat perempatan bangsri kearah Jerukwangi atau juga bisa lewat daerah Jetis di pertigaan selatan lapangan Bangsri kalau lewat sana akan disuguhi hutan belantara sekitar 7 KM.

Gunung Genuk
Gunung Genuk dikenal juga dengan nama Gunung Donorojo disebut juga dengan nama Gunung Clering adalah sebuah gunung yang terletak di ujung utara pulau jawa atau tepatnya di semenanjung Gunung Muria Jawa tengah. Gunung Clering termasuk status kawasan Cagar Alam, setidaknya di kelilingi oleh enam desa di antaranya adalah Desa Banyumanis, Ujung watu, Clering, Sumber Rejo, Blingo. Luas cagar alam clering sendiri saat ini sekitar 1238,4 hektar dan 50 persen telah mengalami kerusakan parah.

Wisata pegunungan desa Tempur
Wisata pegunungan desa tempur Jepara adalah tempat dimana terdapat lereng-lereng pegunungan yang sangat asri dan sejuk. Desa tempur merupakan tempat tertinggi di Kabupaten Jepara letaknya dilereng Gunung Muria masuk wilayah kecamatan Keling tepatnya bila arah dari Kota Jepara setelah kecamatan Bangsri.
Jarak antara dari pusat kota Jepara ke wisata pegunungan desa tempur Jepara sekitar 50 km kearah timur, berhawa sejuk dan merupakan akses ke situs Candi Angin yang disinyalir berkaitan erat dengan sejarah kerajaan yang pernah ada di Jepara.
Potensi Pariwisata yang dimiliki desa tempur cukup menarik,diantaranya :
  • Sungai berbatu yang airnya jernih dan mengalir sepanjang tahun
  • Tebing berbatu yang cukup tinggi di sepanjang aliran sungai dihiasi rumpun pepohonan dan percikan-percikan air
  • Alam pegunungan dengan hawa yang sejuk ,tanah yang subur,dan penduduk tradisional yang ramah.

Pantai Blebak
Pantai blebak adalah pantai yang berada di desa sekuro, kecamatan mlonggo, kabupaten Jepara, lokasinya dapat ditempuh kalau dari pusat kota kira-kira 25 KM ke arah utara (Bangsri, Keling sampai kota Pati). Pantai ini sangatlah memiliki daya tarik yang begitu kuat untuk para pengunjung  yang hobi berlibur ke pantai, pantai ini memiliki kebersihan yang di selimuti karang-karang halus yang membuat kita merasa damai di hati , pantai ini jarang di masuki oleh para orang makanya masih bersih dan nyaman, meskipun itu di pantai blebak memiliki wahana yang membuat para pengunjung tidak menyesal jika berkunjung di pantai blebak ini, wahana yang di berikan oleh pantai blebak ini seperti Perahu sapta pesona, kid’s park, becak air dan kolam lumba-lumba.

Pantai Suweru
Pantai Suweru terdapat di desa balong Jepara dan bisa dituju lewat pertigaan di sebelah timur kantor kecamatan kembang atau di sebut juga pertigaan “ngeplas”, menuju desa tersebut tidak ada angkutan jadi sebaiknya menggunangan kendaraan pribadi, setelah melewati hutan jati sekitar 10 KM akan sampai di sebuah jembatan, itu adalah jembatan pembatas desa Balong dan Jinggotan kecamatan Kembang, setelah melewati jembatan itu akan menaiki sebuah bukit di tengah pohon karet disana ada pertigaan, lurus ke daerah sentul desa Dermolo, dari pertigaan kekiri itu menuju ke simpang lima balong, atau juga disebut simpang ruwet atau proliman, menuju ke pantai seweru cukup dekat namun harus melewati jalan berbatu di tengah hutan karet. Pantai ini juga di sebut pantai waden atau juga banyu towo, setelah melewati hutan karet akan menjumpai gereja tertua di desa balong yang bersebelahan dengan masjid, disana juga tempat balai desa balong, setelah melewati kawasan tersebut kita akan disuguhi jalan bebatuan menuju pantai dan melewati kebun kopi susu, meskipun jalannya terjal namun akan merasakan sebuah petualangan yang menakjubkan karena setelah melewati jalan tersebut akan telihat pantai berpasir hitam yang sangat indah dari atas bukit kebun kopi yang juga di kelilingi pohon kelapa menjulang tinggi, di sekitar pantai seweru terdapat dermaga kapal pengangkut pasir dan juga pantai lainnya yaitu pantai yang penuh dengan karang yang dikenal dengan nama pantai karangan.

Pantai Bayuran
Pantai bayuran terletak di dekat pantai bondo berada di desa Tubanan sekitar 4 km dari pantai bondo, sebelah barat dari pasar persil, pantai ini juga belum terlalu banyak di kenal masyarakat jepara sentral mebel jepara, karena belum memiliki fasilitas dan juga jarang sekali orang mengunjungi pantai ini, pantai berpasir hitam ini letaknya berdekatan dengan PLTU Tanjung Jati B, pantai ini memang bersebelahan dengan rumah rumah warga kampung, jalan yang harus di lalui pantai ini sudah lumayan baik, karena sudah ada jalan aspal dan melewati banyak pematang sawah.
Pantai ini berpotensi sebagai tempat wisata di kemudian hari, karena belum ada investor yang berani membangun fasilitas dan prasaranan di pantai ini maka pantai ini masih terbengkalai, di sana sini masih banyak sampah jika sedang ada ombak besar, pantai ini cocok untuk para pemancing karena ikannya masih lumayan banyak.

Pantai Beringin
Pantai beringin adalah pantai di dekat pantai suweru di kawasan desa balong kecamatan kembang kabupaten jepara sentra mebel jepara. Pantai beringin atau warga setempat menyebutnya pantai ringin adalah pantai yang rindang karena banyak pepohonan, di pantai ini juga sudah ad ataman bermain kecil, pantai ini juga dapat di akses lewat desa keling, pantai beringin setiap hari libur selalu di padati pengunjung local atau masyarakat jepara yang tinggal di lereng gunung untuk menikmati pemandangan laut.
Di pantai beringin juga sangat cocok untuk berpiknik, pantai ini juga sering di gunakan para muda mudi untuk berpacaran, pemandangan yang bagus di pantai ini pada pagi hari saat matahari terbit. Pantai beringin ini juga akan menjadi potensi wisata laut yang indah di kawasan jepara

Pantai Pailus
Pantai Pailus terletak sekitar 8 km ke utara dari kota Jepara, tepatnya di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. Pantai ini memiliki potensi wisata yang cukup baik untuk dikembangkan, namun belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai ini.
Sejauh ini, pengelolaan Pantai Pailus diserahkan oleh Pemerintah Daerah kepada pengurus Desa Karanggondang. 

Belik Bidadari dan Jaka Tarub
Lokasi Belik Bidadari dan Jaka Tarub ada di Desa Daren kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Lebih tepatnya ada di belakang Masjid yang ada di Dukuh Rahayu di desa Daren. Dapat dijangkau dari Jepara atau dari kota Kudus, karena tepat di jalan raya Jepara-Kudus. Tidak sulit untuk menuju lokasi Belik Bidadai dan Jaka Tarub, sebab daerah tempat adanya kolam tersebut telah dikenal oleh masyarakat. Jadi banyak angkutan dari pusat kota yang menawarkan untuk mengantarkan anda ke kolam Belik Bidadari dan Jaka Tarub
Belik Bidadari dan Jaka Tarub merupakan sebuah kolam air dangkal yang dipagari oleh dinding. Tempat tersebut biasanya ramai pada malam hari, terutama pada malam Jumat Wage  dan malam satu Syuro. Keadaan tersebut terjadi karena banyaknya orang yang percaya bahwa jika pada malam-malam tersebut mandi atau membasuh muka dengan air dari tempat tersebut, maka wajah orang tersebut akan tampak bersih dan bercahaya. Selain itu orang juga percaya bahwa rejeki akan dilancarkan jika mandi di malam 1 syuro dengan air di tempat tersebut.

Waduk Punden
Waduk Punden terdapat di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Dari Arah Semarang ke pertigaan Kantor Kecamatan Pecangaan belok kanan maka anda sampai ke Desa Gemulung.
Bagi anda yang hobi memancing, di desa Gemulung Kecamatan Pecangaan terdapat sebuah waduk punden hijau nan indah dengan suasana yang tenang jauh dari keramaian karna untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan perkampungan, namun ketika ada lomba memancing selalu diikuti oleh ratusan penduduk dari berbagai tempat dan kalangan.Waduk yang semula berfungsi sebagai pengairan sawah di sepanjang aliran sungai desa Gemulung, Krasak, Lebuawu, bahkan kala debit airnya penuh dapat mengairi sawah di Kecamatan Kalinyamatan. Karena dikelilingi dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang : membuat lokasi waduk ini kian asri : pohonnya pun ada yang mencapai usia ratusan tahun : tempat ini teduh dan nyaman untuk bersantai, memancing dan berperahu, mengitari indahnya suasana waduk.
di waduk punden ini memiliki fasilitas yaitu empat Mancing, Perahu, Gazebo, Pohon Ratusan Tahun dll

Telaga Sejuta Akar
Letaknya di Desa Bondo kecamatan Bangsri + 25 km dari pusat kota Jepara. Telaga sejuta akar
merupakan obyek wisata baru dengan pemandangan utama berupa pohon karet dan mata air menyerupai telaga. Dengan penataan lingkungan dan perbaikan akses menuju objek, diharapkan wisatawan dapat menikmati panorama, hawa yang sejuk, dan menu ikan air tawar yang masih segar.

Gua Tritip
Goa Tritip Terletak di desa Ujung Watu, Kecamatan Keling atau 45 Km sebelah utara kota Jepara berdekatan dengan benteng portugis.
Pada zaman dahulu gua tritip digunakan oleh Mbah Joyo Kusumo untuk bertapa yang kemudian sekarang banyak diartikan orang sebagai tempat petilasannya. Tiap malam jum'at diberi sesajen berupa wedang gula dan wedang kopi. Namun pada malam jum'at wage sajian itu ditambah dengan kelapa muda dan bubur merah putih. Di sekitar daerah tersebut terdapat perahu kayu. Perahu tersebut konon katanya menjadi tempat pertapaan Mbah Joyo Kusumo.
Namun sekarang perahu yang terletak di gua tritip sudah tinggal setengah karena banyak diambil oleh orang-orang yang berkunjung disana untuk membuat api unggun dan lain sebagainya. Banyak pengunjung yang datang pada malam jum'at wage agar hajatnya tercapai setelah melakukan pertapaan melalui perantara mbah Joyo Kusumo kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Gua Manik
Goa Manik Berada di desa Sumanding kecamatan Keling kabupaten Jepara. Gua ini kurang lebih 5 km berada berdekatan dengan Air Terjun Songgolangit. Untuk menempuh daerah tersebut harus berhati-hati karena jalan yang akan ditempuh sangat licin, curam dan terjal.
Dilokasi tersebut terdapat 2 buah gua yang berdekatan. Namun yang satu berada di bawah tepat di pancuran air. Konon gua tersebut digunakan oleh Begawan Manikyoso Namun sekarang banyak digunakan oleh orang-orang untuk bertapa agar keinginannya dapat tercapai.

Gua Sakti
Gua Sakti terletak di daerah administratif kabupaten Jepara. Tepatnya di desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. Sekitar 11 kilometer dari pusat kota Jepara.
Jika anda berkunjung ke Gua Sakti anda akan mendapat suguhan pemandangan yang dapat menentramkan hati. Alam yang belum dijamah membuat daerah sekitar tempat tersebut masih asri dan sejuk. Anda juga dapat menemukan tetesan air di dalam gua Sakti tersebut. Selain itu di sekitar tempat gua berada ada beberapa gazebo yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk bersantai. Selain menikmati pemandangan, anda juga dapat melakukan foto selfie berlatar belakang gua yang unik tersebut. Atau jika anda berani, anda dapat memasuki dan menelusuri gua Sakti.
Jalan menuju lokasi gua cukup mudah. Anda dapat membawa kendaraan roda dua atau roda empat jika ingin pergi ke Gua Sakti. Keadaan jalanannya masih baik sehingga dapat menambah kenyamanan dalam berkendara. Bahan bakar dan akomodasi merupakan satu- satunya biaya jika anda ke gua Sakti.

Wono Pinus Setro
Wono Pinus Setro atau lebih dikenal tinesan yang terletak di desa batealit kabupaten Jepara merupakan salah satu alternatif wisata alam yang murah meriah, suhu perbukitan yang sejuk, pemandangan perbukitan yang hijau serta hutan pinus yang asri membuat tempat ini dikenal dan dikunjungi banyak orang.
Tempat ini sangat cocok untuk meringankan penat, menghilangkan stres setelah capek bekerja
sayangnya ditempat ini belum ada fasilitas yang memadahi , wc umum, tempat parkir, warung makan pun belum ada disini, jadi kalau mau kesini harus bawa bekal dari rumah
untuk mencapai ke tempat ini cukup mudah, hanya sekitar 15 menit dari pasar batealit, kalau dari pasar batealit tinggal lurus aja ke timur melewati kecamatan batealit dan desa setro ikuti jalan terus sampai deh di hutan pinus, tapi hati-hati karena sekitar 500 meter sebelum ke hutan pinus jalannya berbatuan karena bekas jalan aspal yang rusak dan belum diperbaiki.
Selain itu di Wono Pinus Setro juga terdapat beberapa air terjun. Di sebelah selatan Setro ada air terjun yang berundak dan di sebelah utara ada air terjun bertingkat tiga yang oleh warga sekitar dinamai air terjun Sumenep. Kedua air terjun ini hanya dapat ditempuh dengan cara jalan kaki dan tidak ada petunjuk arah jalan untuk sampai lokasi air terjun.
Untuk mencapai air terjun Sumenep dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Wono Pinus Setro.

Sreni Indah
Sreni Indah merupakan kawasan hutan lindung yang dipenuhi dengan jenis tanaman pinus dan berada di kaki Gunung Muria. Sehingga berhawa sejuk dan cukup nyaman untuk tempat rekreasi. Biasanya di liburan panjang akhir sekolah, tempat ini digunakan untuk berkemah, pendakian dan jalan-jalan santai. Sreni Indah adalah termasuk tempat perkemahan tingkat nasional, terbukti Sreni Indah berkali-kali menjadi tuan rumah jambore nasional. Hutan yang pernah di Gunakan untuk perkemahan Saka Wana Bhakti Tingkat Nasional berdiri di atas lahan seluas 110 hektare. Dan di kelola oleh Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani)
Lokasi Sreni Indah ini terletak di lereng Gunung Muria, 35 Km sebelah timur Kota Jepara tepatnya di Desa Bategede Kecamatan Nalumsari. Untuk sampai ke Hutan Sreni Indah wisatawan bisa memakai kendaraan Pribadi, baik mobil maupun sepeda motor atau bisa memanfaatkan angkutan umum (tapi tidak selalu ada per jam). Wisatawan harus waspada, karena jalan yang akan ditempuh banyak jalan yang curam dan berbelok-belok.

Bongpes
Bongpes atau Bendung Karet Welahan Bum merupakan obyek wisata yang terletak di Desa Gerdu, kecamatan Pecanga’an, Kabupaten Jepara atau sekitar empat kilo meter dari pusat kecamatan Pecangaan. Lokasinya mudah dijangkau karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak
Bendung Karet ini cukup unik karena bisa mengembang dan mengempis dengan sendirinya. Mengembang saat tekanan air semakin banyak atau saat musim penghujan tiba, semantara itu akan mengempis ketika air berkurang atau kemarau panjang datang. Oleh masyarakat sekitar namanya kian populer dengan bongpes, karena bendungan karet yang bisa mengembung dan mengempes dalam bahasa jawa disebut ngembong dan ngempes di singkat menjadi Bongpes

Air Terjun Songgo Langit
Obyek wisata Air Terjun Songgolangit Jepara ini terletak di desa Bucu kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dan lebar 2 meter. Konon menurut cerita bahwa tempat ini akan menjadikan awet muda bagi para pengunjung yang melakukan cuci muka ataupun mandi.
Panorama alam di sekitar obyek wisata ini begitu indah dan udaranya cukup nyaman, sehingga sangat cocok untuk acara santai atau kegiatan rekreasi lainnya. Di tempat ini pula banyak dijumpai kupu-kupu yang beraneka ragam jumlahnya dengan warna-warni yang cukup indah. Unyuk mencapai obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan kondisi jalan beraspal.
Menurut legenda, Dikisahkan ada seorang jejaka yang berasal dari desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Bucu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka ahirnya berlanjut hingga ke jenjang perkawinan. Di sini diceritakan bahwa antara desa Tunahan dan desa Bucu terbentang sungai (sekarang ini sungai yang berada di atas obyek wisata tersebut airnya mengalir ke bawah menjadi air terjun). Pada zaman dahulu seorang laki-laki melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, dll. Serta membawa hewan piaraan kerbau, sapi, kambing,dll.
Pada suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati-hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Alkisah, sang mertua menegur anaknya : "Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi" atau dalam bahasa Indonesia : "Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun". Rupanya si suami salah mendengar "Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu" atau dalam bahasa Indonesia "Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu".
Pada saat itu juga si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada suatu tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati/gerobak yang ditarik oleh sapi. Oleh karena jalannya begitu gelap, maka pedati yang mereka naiki salah jalan (kesasar) sehingga terasa pedati tersebut masuk jurang yang sangat dalam dan sepasang pengantin tersebut hilang tidak ada yang mengetahui keberadaanya.
Legenda tersebut bersifat turun temurun dan masih melekat kuat di hati masyarakat setempat sehingga merupakan pantangan antara orang-orang desa Tunahan dan desa Bucu untuk hidup sebagai suami isteri, karena dikuatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut.
Sedangkan dinamakan air terjun Songgolangit, karena dilihat dari bawah maka air terjun tersebut tampak seakan akan menyangga horizon langit.
Konon ceritanya air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan yang menikmati keindahan obyek wisata tersebut, karena mereka merasa bahwa pengunjung-pengunjung adalah tamunya yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.

Air Terjun Jurang Nganten
Diceritakan warga sekitar, air terjun setinggi 50 meter di Kampung Dukuh Turung Desa Tanjung Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara itu diberi nama Jurang Nganten. Hal tersebut berdasarkan cerita bahwa pernah ada pengantin wanita yang terperosok ke dalam jurang tersebut.
Apabila anda berasal dari Kota Jepara, dapat menempuh lokasi wisata berbasis alam ini dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer menuju arah timur laut. Mengunjungi Air Terjun Jurang Nganten di Jepara ini, anda pastinya akan melalui hari-hari yang begitu terasa indah dan berwarna. Tempat wisata ini terasa begitu memberikan ketenangan dan kedamaian kepada setiap orang yang datang menghibur hati ke air terjun nan elok ini. Suasana tempat wisata ini masih sangat terasa begitu alami dan mampu membuat setiap pengunjungnya betah berlama-lama untuk menikmati setiap lekuk keindahan tempat ini. Air Terjun Jurang Nganten ini pun masih sangat terlihat begitu jernih, begitu menggoda setiap mata yang memandangnya. Kunjungan wisata yang anda lakukan ke Air Terjun Jurang Nganten akan terasa semakin sempurna dengan nyanyian burung-burung yang dapat anda dengar di sekitar tempat wisata alam ini yang bersiul dengan sangat merdunya.

Air Terjun Suroloyo
Air Terjun Suroloyo adalah air terjun yang terletak di desa Bungu Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara 36 km dari pusat kota Jepara. Bungu, merupakan desa yang terletak di paling ujung utara-timur di Kecamatan Mayong. Desa Bungu terletak di daerah dataran tinggi sehingga di daerah ini sangat terasa suasana pegunungannya. Karena itu potensi wisata yang bersuasana pegunungan sangat berpotensi besar untuk ditingkatkan. Di desa bungu sendiri ada beberapa titik-titik yang potensi wisatanya sangat besar. Daerah-daerah yang termasuk titik-tik yang berpotensi besar adalah air terjun suroloyo , wisata kera dan gua siluman.
Air terjun Suroloyo masih sangat asri karena jarang terjamah manusia, bahkan masyarakat Jepara tidak mengetahui adanya air terjun di Desa Bungu, hanya masyarakat Desa Bungu saja yang mengetahui letak air terjun ini.
Tidak ada akses jalan menggunakan kendaraan, air terjun ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, untuk mengunjungi desa tersebut masih sangat susah sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah daerah dan warga sekitar untuk pengelolaannya. Untuk kondisi air terjunnya sendiri cukup indah walaupun memang ada sampah-sampah alam seperti ranting dan dedaunan kering yang jatuh sehingga perlu adanya pengelolaan lebih lanjut agar keindahan daerah tersebut dapat lebih baik lagi.

Air Terjun Banyu Anjlok
Air Terjun Banyu Anjlok berada di Sumosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Untuk mencapai Terjun Banyu Anjlok dapat ditempuh dengan cara jalan kaki, karena medannya yang cukup ekstrim, jika menggunakan motor atau mobil harus diparkir di pemukiman penduduk Desa Somosari. Rute untuk mencapai air terjun ini sangat menguji nyali karena aksesnya yang sulit.
Air Terjun Banyu Anjlok sangat indah dan asri namun masalahnya hanya saja akses jalan untuk mengunjungi desa tersebut masih sangat susah sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah daerah dan warga sekitar untuk pengelolaannya.
Kondisi air terjunnya sendiri cukup indah walaupun memang ada sampah-sampah alam seperti ranting dan dedaunan kering yang jatuh sehingga perlu adanya pengelolaan lebih lanjut agar keindahan daerah tersebut dapat lebih baik lagi.

Air Terjun Nglamer
Air Terjun Nglamer merupakan air terjun yang ada di Dukuh Krajan Desa Dudakawu, kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.
Lokasi Air terjun yang sangat tersembunyi dan jarang dikenal oleh masyarakat, membuat tidak adanya akses menuju lokasi air terjun. Tidak seperti air terjun Songgo Langit, air terjun Nglamer jarang sekali dikunjungi oleh wisatawan, apalagi wisatawan dari luar kota Jepara. Air dari air terjun ini sangat jernih, karena masih bebas dari polusi dan sampah. Hanya masyarakat setempat atau masyarakat Dukuh Krajan lah yang mengetahui lokasi Air Terjun. Jalanan dari Dukuh Krajan pun sangat sulit dilalui. Anda harus meninggalkan kendaraan anda dan berjalan kaki menuju lingkungan air terjun Nglamer.

Air Terjun Nglumprit
Air Terjun Nglumprit terletak di Dukuh Nglarangan Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang, kabupaten Jepara.
Jika anda mengunjungi air terjun yang satu ini anda akan mendapatkan ketenangan dan kesejukan. Karena daerah air terjun ini masih belum terlalu dikenal. Oleh sebab itu, Pemerintah desa setempat masih mengembangan fasilitas-fasilitas pendukung agar mendapat kunjungan wisatawan.
Air terjun Nglumprit terletak di daerah yang belum begitu dikenal apalagi oleh orang yang tinggal di luar kota Jepara.

Air Terjun Grinjingan Dowo
Air Terjun Grinjingan Dowo merupakan salah satu air terjun di Dukuh Nge’rot desa Dudakawu, Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.
Jika anda dari luar kota Jepara, anda dapat beristirahat terlebih dahulu di daerah setempat, di Dukuh Nge’rot. Anda dapat menyantap makanan khas Jepara di daerah tersebut. Selain itu anda juga bisa berkemah di lingkungan air terjun untuk bermalam. Karena di daerah Dudakawu tidak terdapat homestay apalagi penginapan.
Lingkungan yang jarang dikunjungi membuat daerah Air Terjun Grinjingan Dowo sangat asri dan sejuk. Air yang jernih akan menambah kesan sejuk dan damai. Suara air yang jatuh membuat indera pendengaran anda merasa di manjakan.
Untuk menuju lokasi, anda harus ekstra hati-hati saat mengunjungi daerah objek wisata Air Terjun Grinjingan Dowo karena jalur yang akan anda lalui sangat berbahaya dan terjal. Tidak dikenalnya air terjun ini membuat pemerintah masih belum yakin untuk membuat jalur ke air terjun.


Sentral Park
Sentral Park di Kebun Balong.Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Lokasinya mudah dijangkau sekitar 40 KM arah utara dari pusat kota Jepara. Kawasan wisata bernuansa edukasi di tengah perkebunan karet tersebut.menjadi alternatif tujuan wisata masyarakat dengan fasilitas taman burung, outbond, playground (flying fox, high rope, ATV, mandi bola, istana balon), dan lainnya. Pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner khas di Banaran 9 Resto dan berbelanja di Banaran 9 Mart.
”Ke depan pengembangan Sentral Park Kebun Balong akan diintegrasikan dengan wisata Pantai Banyutowo Jepara yang berjarak 4 km dari komplek Sentral Park.
Kami berharap agar masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkan objek wisata yang dipadukan dengan alam sekitar Kebun Balong,” kata Direktur Utama PTPN IX, Adi Prasongko, setelah meresmikan Sentral Park. Dia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada karyawan Kebun Balong, karena dalam dua bulan mampu memberikan hasil yang maksimal mewujudkan Sentral Park.

Sebenarnya masih banyak lagi Wisata Alam di Kota Jepara, silahkan ditambah ……
Wisata Sejarah di Jepara KLIK DI SINI