Blogger Widgets TAMAMI JAYA: TINJU
SELAMAT DATANG Di Web tamamijaya.blogspot.com Jalan DR.Wahidin 76 Dema'an Jepara
Showing posts with label TINJU. Show all posts
Showing posts with label TINJU. Show all posts

Sunday, 8 December 2013

Tato Baru Chris John Menuai Kontroversi !




Chris John gagal mempertahankan gelar juara tinju dunia versi WBA. Petinju berjuluk The Dragon ini takluk di tangan Simpiwe Vetyeka dalam perebutan gelar di Metro City, Perth, Australia, semalam.
Chris harus mengakui ketangguhan petinju Afsel yang sekaligus pemegang juara IBO tersebut. The Dragon kalah TKO di ronde 6 dan tak bisa melanjutkan duel pada ronde berikutnya. Praktis, gelar juara yang digenggam Chris sejak 10 tahun lamanya harus diserahkan kepada Vetyeka.
Permainan The Dragon pada duel kali ini tak begitu istimewa. Suami Anna Maria Megawati tersebut sering bermain terbuka hingga akhirnya mudah dimanfaatkan Vetyeka untuk melayangkan bogem mentah. Sebenarnya, awal pertandingan kedua petinju bermain imbang. Baik Chris maupun V12 saling jual beli pukulan untuk memperoleh poin. Bahkan, jab-jab The Dragon sempat mengenai muka Vetyeka, setelah itu langsung bertahan.
Agresivitas kedua petinju beda negara ini bertambah memasuki ronde kedua. Chris melancarkan serangan, baik melalui jab, hook maupun upper cut. Namun, Vetyeka dengan mudah mampu menghindari ancaman Chris. Saking agresifnya, pukulan Chris sempat mengenai ring pembatas dan bahkan sempat terpeleset.
Vetyeka mulai mengincar bagian perut Chris John saat duel di ronde 3. Ketika menahan bagian perut, V12 langsung melancarkan bogem mentah pada muka The Dragon.  Petinju Afsel semakin percaya diri ketika pukulan-pukulan Chris mampu dipatahkan.
Pada ronde 5, Vetyeka begitu leluasa mengurung Chris dan memaksanya terus bertahan. Setelah mendapat serangan bertubi-tubi, Chris sempat terjatuh. Namun setelah itu bangkit untuk melanjutkan pertarungan. Meski mengelak dengan alasan terkena pukulan pada kepala bagian belakang, namun sesungguhnya yang membuat Chris John sempoyongan adalah pukulan keras yang menyasar pada rahang. Dia masih bisa bertahan lantaran diselamatkan bel istirahat.
Memasuki ronde 6, Vetyeka kian trengginas. Dia berulang kali melayangkan pukulan tepat sasaran. Saking kerasnya bogem mentah itu, Chris mulai kehilangan keseimbangan. Pada akhirnya, dia terjatuh dua kali meski memaksa untuk tetap berduel. Begitu bel menuju ronde selanjutnya, Chris memilih tak melanjutkan adu jotos. Dia bersikap bijaksana untuk mengakui kekalahannya atas Vetyeka.
Sebab, stamina dan kepercayaan diri sudah runtuh setelah kalah duel di dua ronde sebelumnya.  Pertarungan ini menjadi kekalahan Chris John untuk kali pertama. Selama 48 naik ring, dia sudah menang 22 KO dan tiga kali draw.
Sementara itu, di partai sebelumnya, petinju Indonesia Daud Yordan berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan versi IBO. Petinju yang akrab disapa Cino ini menang angka atas Sipho Taliwe, 114-113, 117-110 dan 116-111.
Jelang laga, para penonton yang menyaksikan duel diajak mengheningkan cipta untuk menghormati mantan Presiden Afsel Nelson Mandela yang meninggal dunia di usia 95 tahun.

Pada penampilan baru Chris John dengan memakai tato di punggung menjadi hal yang menuai kontroversi di kalangan penggemar. Sebagian penggemarnya mengeluh. Mereka menyayangkan idolanya itu tampil dengan tato naga besar di punggung.

Mereka berharap, Chris John dengan prestasi hebat jadi jura dunia tetap seperti dulu, badannya bersih tanpa tato. Keluhan para penggemar itu di antaranya dituangkan di media sosial baik twitter maupun facebook.

"Chris John punya tato naga di punggung. Sudahlah apresiasi saya tak terpaut lagi padanya," tulis penggemar Chris John dengan akun twitter, Qurrota Aini.

Ada juga penggemar yang menganggap penampilan baru Chris John dengan tato tersebut menjadi tanda-tanda buruk buat prestasi Chris John.


Penggemar lainnya yang menggunakan akun twitter Tjak Sol sebelumnya mengungkapkan kebanggaannya pada Chris John yang dulu tanpa tato. Dia pernah menulis, "Chris John juara, 17 kali pertahankan gelar tapi gak pake tato. Beberapa pemain timnas sepakbol baru belajar nendang dan belum jadi juara tapi tatonya sebadan..he he." tulisnya.

Ada juga yang mendukung tato baru Chris John tersebut. Mereka merasa perlu menghormati pilihan dan gaya Chris John terkait dengan gayanya di atas ring.

Sebagian penggemar percaya itu tato asli (tato permanen), dan tak sedikit pula yang menilai itu tato palsu yang bisa dengan mudah dihilangkan. Belum jelas apakah tato itu permanen atau sementara.

diambil dari berbagai sumber

Monday, 10 October 2011

TINJU INDONESIA

Yang berhasil dalam pertandingan perebutan gelar kejuaraan dunia
• Ellyas Pical - 3 kali juara dunia kelas bantam yunior versi IBF - menang KO ronde ke-8 atas Ju-do Chun (Korsel) di kejuaraan bantam junior (52,1 kg) IBF di Jakarta, 3 Mei 1985. Namun, Pical kalah KO ronde ke-14 saat menantang juara versi WBA, Kaosai Galaxy (Thailand), di Jakarta, 28 Februari 1987.
• Nico Thomas- juara dunia kelas terbang mini versi IBF - menang angka 12 ronde atas Samuth Sithnaruepol di perebutan gelar kelas jerami IBF di Jakarta, 17 Juni 1989. Gelar ini akhirnya direbut oleh Eric Chavez (Filipina), masih pada tahun 1989.
• Chris John - Juara dunia kelas bulu versi WBA - meraih gelar pertama kali pada 26 September 2003 saat menundukkan Oscar Leon dari Kolombia di Denpasar, Bali. Sampai kini sudah beberapa kali mempertahankan gelar baik di Indonesia maupun di luar negeri.
• Muhammad Rachman- Juara dunia kelas terbang mini versi IBF - merebut gelar pertama kali pada 14 September 2004 setelah mengalahkan Daniel Reyes dari Kolombia. Rachman sudah beberapa kali mempertahankan gelar juaranya, sebelum akhirnya dikalahkan dengan angka oleh Florante Condes (Filipina) di Jakarta, Juli, 2007. Tahun 2010 dia berhasil menjadi juara versi WBA setelah menang KO di ronde 9 atas Kwanthai Sithmorseng di Thailand
Yang gagal dalam pertandingan perebutan gelar kejuaraan dunia:
• Thomas Americo, kalah angka 15 ronde dari Saoul Mamby (Amerika Serikat) di kejuaraan welter junior (62,5 kg) WBC di Jakarta, 29 Agustus 1981.
• Joko Arter, kalah KO ronde ke-2 dari Min-keun Oh (Korsel) di kejuaraan kelas bulu (57,1 kg) IBF di Seoul, 4 Maret 1984.
• Yani Hagler, kalah TKO ronde ke-3 dari Dodie Boy Penalosa (Filipina) dalam kejuaraan kelas terbang junior (48,9 kg) IBF di Jakarta, 12 Oktober 1985.
• Azadin Anhar kalah KO ronde ke-3 dari Jum-hwan Choi (Korsel) dalam kejuaraan terbang junior IBF di Jakarta, 9 Agustus 1987.
• Polly Pasireron, kalah KO ronde ke-5 dari Chong-pal Park (Korsel) dalam kejuaraan kelas menengah super (76,2 kg) WBA di Chonju, Korsel, 1 Maret 1988.
• Udin Baharuddin, kalah KO ronde ke-7 dari Myung-woo Yuh (Korsel) di kejuaraan terbang junior WBA di Seoul, 6 November 1988.
• John Arief, kalah angka 12 ronde dari Napa Kiatwanchai (Thailand) dalam upaya merebut gelar kelas jerami (47,6 kg) WBC di Korat, Thailand, 11 Februari 1989.
• Abdi Pohan, dua kali menjajal juara IBF namun semua gagal. Pertama dia kalah angka 12 ronde dari Muangchai Kittikasem (Thailand) dalam upaya merebut gelar kelas terbang junior IBF di Bangkok, 10 April 1990. Satu lagi ia dikalahkan Fahlan Lukmingkwan (Thailand) dalam perebutan gelar kelas jerami IBF di Bangkok, 2 Juli 1991. Abdi juga kalah KO ronde ke-7 dari Jose de Jesus (Puerto Riko) dalam upaya merebut gelar kelas terbang terbang junior WBO di Medan, 10 November 1990.
• Husni Ray, kalah angka 12 ronde dari Rafael Torres (Rep. Dominika) dalam upaya merebut gelar kelas terbang mini WBO di Jakarta, 31 Juli 1990.
• Said Iskandar, kalah TKO ronde ke-8 dari Fahlan Lukmingkwan dalam perebutan gelar kelas jerami IBF di Bangkok, 14 Juni 1992.
• Dominggus Siwalete, kalah TKO ronde ke-4 dari Ratanapol Sor Vorapin (Thailand) dalam perebutan gelar kelas jerami IBF di Bangkok, 26 September 1993.
• Muhammad Nurhuda, dikalahkan dengan angka 12 ronde oleh Vuyani Bungu (Afsel) saat mencoba merebut gelar kelas bulu junior (55,3) IBF di Cape Town, Afsel, 4 Maret 1995.
• Boy Aruan, kalah KO ronde ke-3 dari Hiroshi Kawashima (Jepang) saat mencoba merebut gelar kelas bantam junior (52,1 kg) WBC di Tokyo, 8 November 1995.
• Andrian Kaspari, kalah TKO ronde ke-3 dari Tim Austin (AS) saat mencoba merebut gelar kelas bantam (53,5 kg) IBF di Las Vegas, 30 Mei 1998.
• Anis Roga, dua kali gagal merebut gelar juara dunia. Technical Draw melawan Manuel Herrera di Surabaya, 30 Agustus 1997 dan kalah TKO dari Mauricio Pastrana (Kolombia) dalam kejuaraan IBF kelas terbang yunior di Florida, AS, 30 April 1998
• Faisol Akbar kalah angka dari Zolani Pethelo (Afrika Selatan) dalam kejuaraan IBF kelas terbang mini di Afrika Selatan, 21 Maret 1998
• Adrianus Taroreh Kalah KO ronde 4 dari Orzubek Nazarov dalam kejuaraan WBA kelas ringan di Tokyo, Jepang, 15 April 1996
Angky Angkota bertanding dalam kejuaraan dunia versi WBO kelas terbang super (52,2kg)di Mexico melawan Jorge Arce pada tanggal 30 Januari 2010. Dalam pertandingan itu Angky kalah technical decision. Pertandingan dihentikan pada ronde 7 karena benturan kepala yang mengakibatkan pelipis mata Angky pendarahan

doc. tamami_jaya@yahoo.com